Niswahadzra’s Blog

Just another WordPress.com weblog

BERAS ORGANIK O RICE

O-Rice adalah beras pilihan yang diolah secara organik oleh petani Indonesia yang diawasi oleh para ahli pertanian organik sehingga mutu dan kualitasnya terjagaO-Rice adalah beras pilihan yang diolah secara organik oleh petani Indonesia yang diawasi oleh para ahli pertanian organik sehingga mutu dan kualitasnya terjaga

Varian O-Rice :

Pandan Wangi
Batang Lembang
Mentik Wangi Susu
Beras Merah
Beras Hitam

Ciri, rasa, dan harga Beras Organik O Rice

1. Pandan Wangi : Butir-butir beras berbentuk bulat-panjang. Bila dicium baunya terasa wangi, seperti bau pandan. Saat dimasak dan setelah menjadi nasi aroma tidak pudar, nasi pulen.
Harga beras Pandan Wangi Rp.80.000/5Kg

2. Batang Lembang : Butir-butir beras panjang, warna beras putih jernih. Nasi super pulen jika dibanding dengan varietas yang lain.
Harga beras Batang Lembang 80.000/5Kg

3. Mentik Wangi : Butir-butir beras pipih-kecil, warna beras putih susu (seperti ketan), aroma beras wangi. Nasi pulen dan wangi.
Harga beras Mentik Wangi 85000/5Kg

4. Beras Merah : Beras kupas kulit,warna merah pada beras tidak terkelupas sehingga masih banyak vitamin yang terkandung dalam setiap butiran beras merah. Beras merah kaya serat ini jika dimasak membutuhkan trik khusus untuk menghindari nasi yang keras/pera, yaitu dengan direndam terlebih dahulu kira-kira 15-30menit sebelum dimasak.
Harga beras Merah Rp. 85.000/5Kg

5. Beras Hitam : Selain sebagai bahan pangan beras hitam juga berfungsi sebagai obat karena memiliki kadar vitamin, mikroelemen dan asam amino lebih tinggi daripada beras biasa. mengandung antosianin yang berfungsi sebagai anti kanker dan anti aging, Nasi berwarna hitam keunguan.

Berah hitam 5 Kg Rp 120.000

Manfaat beras organik :

Enak, bergizi tinggi, aman dan sehat untuk dikonsumsi (bebas pestisida kimia, pupuk kimia, dan pemutih)
Memiliki kandungan vitamin dan mineral yang lebih tinggi
Memiliki nilai ketercernaan yang lebih baik karena kaya akan serat’
Baik untuk diet dan mengurangi kolesterol (beras merah)
Baik untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit kanker dan diabetes (beras merah dan beras hitam)
Mengandung antioksidan sebagai anti-kanker (beras hitam)

Harga :

Pandan wangi 5 Kg Rp. 80.000

Batang Lembang 5 Kg Rp. 80.000

Mentik wangi 5 Kg Rp 85.000

Beras merah 5 Kg Rp. 85.000

Berah hitam 5 Kg Rp 120.000

Beras hitam 2 kg Rp 60.000

Beras merah 2 Kg Rp 45.000

(Belum termasuk ongkos kirim)

Informasi dan pemesanan by sms 081322023659

Mei 18, 2012 Posted by | # Adzra Cattering, Multilevel Usaha | , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

10 Hal Yang Harus Anda Tahu tentang Suhu Badan Anak

10 Hal Yang Harus Anda Tahu tentang Suhu Badan Anak



BATAS mana disebut normal? Bagaimana cara mengukurnya? Kapan harus mencari pertolongan ke dokter? Bagaimana caranya menurunkan panas badan anak? Suhu badan anak adalah petunjuk yang baik dari keadaan umum kesehatan badannya. Suhu badan dapat berubah dari menit ke menit. Ketahuilah bagaimana cara membedakan yang normal dan yang disebut demam, dan kapan harus mencari pertolongan ke dokter.

1. Yang disebut ‘normal’ ternyata dapat bervariasi

Biasanya suhu badan tiap anak berbeda. Jadi saat ia sehat, cobalah untuk mengukur suhu badannya. Sehingga anda tahu suhu badan normal yang biasa ia punya setiap harinya.

Sebagai petunjuk umum:

-suhu badan normal adalah sektiar 36-37 derajat celcius

-suhu badan 37.7 derajat celcius atau lebih disebut sebagai demam.

Tetapi suhu ini dapat berubah saat pergantian cuaca atau setelah aktivitas fisik si anak.

2. Pilihlah termometer (alat pengukur suhu) yang baik

Termometer sekarang ada berbagai macam bentuk. Ada yang berupa kertas yang ditempelkan di dahi anak selama beberapa saat,  termometer digital yang dapat berbunyi/ mempunyai alarm saat suhu badan anak telah terdeteksi, sampai ke termometer infra merah/ infrared yang diukur melalui telinga anak.

Pakailah yang sesuai dengan kenyamanan dan usia anak.

Jangan menggunakan termometer merkuri/ air raksa(yang ujungnya berwarna perak) dengan cara memasukkannya ke mulut anak, untuk anak yang berusia dibawah 3 tahun.

3. Ukurlah suhu badan anak secara teratur

Apabila terasa badan anak panas, segeralah gunakan temperatur untuk mengukur suhu badan anak anda. Ukurlah satu jam sekali setelah itu. Apabila ternyata ada demam, periksa juga apakah ada gejala lain seperti hidung ingusan (yang dapat berarti anak anda terinfeksi influensa), atau adanya cairan di telinga (yang dapat berarti anak anda terinfeksi kuman di telinga).

4. Kapankah anda perlu pertolongan dokter?

Demam pada anak tidak boleh melebihi 24 jam lamanya. Apabila telah lebih, pergilah ke dokter.

Tetapi apabila demam anak anda mencapai 40 derajat celcius, jangan tunggu lagi, segeralah mencari pertolongan  ke dokter.

Apabila suhu badan yang demam tinggi disertai beberapa gejala dibawah ini, segeralah ke UGD (unit gawat darurat) di rumah sakit, atau telpon ke 118.

Gejalanya sebagai berikut:

-kesulitan bernapas (dapat disebabkan oleh penyakit radang paru,

radang saluran napas atau penyakit lain)

-kekakuan leher, muntah-muntah atau bintik-bintik merah di kulit yang tidak menghilang apabila ditekan (dapat disebabkan oleh penyakit radang otak/ meningitis).

-diare, cekung di bawah mata (dapat disebabkan oleh dehidrasi/ kurang cairan tubuh)

5. Cara pengukuran suhu dapat dilakukan di beberapa tempat

Anda dapat mengukur suhu badan anak anda di beberapa tempat tertentu, yaitu di dahi (untuk termometer bentuk strip/kertas), dibawah lidah , dikempit di ketiak (untuk termometer air raksa/merkuri), atau di telinga (termometer infra merah).

Jangan melakukan pengukuran suhu dengan memasukkan termometer ke pantat anak, karena dapat mengakibatkan berbagai hal yang tidak diinginkan apabila dilakukan bukan oleh tenaga profesional.

Pengukuran di bawah ketiak biasanya paling akurat.

Dokter biasanya akan menanyakan dimana tempat anda melakukan pengukuran suhu, karena akan ada sedikit perbedaan hasil, pada pengukuran di tempat yang berbeda.

6. Bagaimana cara menurunkan suhu anak saat demam?

Usaha untuk menurunkan suhu badan anak yang demam diperlukan untuk mencegah resiko terjadinya kejang yang disebabkan oleh suhu badan yang terlalu tinggi.

Beberapa caranya adalah sebagai berikut:

-Jangan pakai baju yang terlalu tebal, pakailah baju tidur biasa

-Berikan obat parasetamol sesuai dosis

-kompres  anak anda dengan air suam-suam kuku (bukan air dingin)

7. Pegang perutnya untuk mengira-ira suhu badan

Bayi yang masih kecil tidak dapat mengatur suhu badannya dengan baik, sehingga anda harus terus memonitor keadaan demamnya.

Tangan dan kaki pada bayi biasanya memang dingin. Jadi anda harus memegang perut atau bagian belakang lehernya untuk mengetahui apakah demamnya sudah mulai menurun. Apabila ternyata masih panas, anda harus berusaha untuk menurunkan lagi demamnya.

8. Periksa suhu kamar bayi anda

Suhu kamar yang ideal bagi bayi adalah 16-20 derajat celcius. Gunakan termometer ruangan untuk mengukur suhu ruangan, usahakan jangan sampai suhu ruangan lebih panas dari 20 derajat celcius.

9. Jangan memakai selimut yang berlebihan

Apabila bayi anda masih berumur kurang dari 1 tahun, berhati-hatilah agar anak anda tidak memakai selimut yang berlebihan sehingga kepanasan.

Apabila suhu ruangan bayi anda sekitar 18 derajat celcius, satu selimut dan dua lapis seprei untuk pelapisnya adalah cukup (apabila bayi memakai baju tidur dan jaketnya)

Jangan membiarkan bayi anda tidur di dekat radiator, api pemanas atau heater.

10. Bayi anda ternyata dapat kedinginan juga

Memang keadaan ini jarang terjadi. Biasanya disebut hipotermia. Yaitu apabila suhu bayi dibawah 35 derajat celcius. Untuk menghangatkannya, peluklah ia, tempelkan badannya dengan badan anda yang hangat,  dan berikan ia selimut sampai menutupi lehernya.

sumber : http://umum.kompasiana.com/2009/02/04/10-hal-yang-harus-anda-tahu-tentang-suhu-badan-anak/

April 18, 2011 Posted by | # Bayi dan Balita, # Kesehatan, Artikel | , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Pertolongan Pertama Anak Demam

Pertolongan Pertama Anak Demam

 

Orangtua mana yang tidak panik ketika si kecilnya tiba-tiba terserang demam? Dikompres, diberi obat penurun panas atau langsung dibawa ke dokter saja? Duh, bingungnya…

Jangan panik berlebihan, patut Anda ketahui bahwa pada usia 0 – 12 daya tahan tubuh anak memang masih rendah sehingga rentan sekali terkena infeksi penyebab demam. Tingginya suhu tubuh juga tak dapat dijadikan indikasi bahwa penyakit yang diderita si kecil semakin parah. Sebab, pada saat itu tubuhnya sedang berusaha melakukan perlawanan terhadap penyakit akibat infeksi. Itulah mengapa, demam dapat reda dengan sendirinya dalam 1-2 hari dan tak selalu butuh pengobatan.

Apakah demam itu?

Demam adalah naiknya suhu tubuh dari suhu normal yaitu 36 – 37,5 derajat celcius. Demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh si kecil terhadap serangan bakteri dan virus. Sebenarnya tubuh dapat melawan sendiri infeksinya jika suhunya naik. Itulah sebabnya, orangtua tak perlu panik jika si kecil mengalami demam dan perilaku bayi atau batita tidak menunujukkan perubahan. Ia tetap aktif bermain, mau minum dan makan. Maka jangan panik dan Anda pun juga tak perlu memberinya obat penurun panas. Biarkan saja tubuhnya bekerja secara alami.

Kok suhu tubuhnya naik turun?

Obat pereda demam hanya menurunkan suhu tubuh untuk sementara waktu dan tidak untuk mematikan bibit penyakit yang menyebabkan infeksi. Kondisi ini biasanya berlangsung hingga tujuh hari. Jadi jangan heran kalau suhu si bayi naik lagi dan turun lagi. Hal ini karena infeksinya belum benar-benar sembuh. Pemberian antibiotik untuk memerangi infeksi yang diberikan dokter biasanya dapat membuat suhu tubuh kembali normal dalam 48 jam.

Kapan harus waspada?

  • Jika suhu tubuh si kecil secara mendadak meningkat menjadi 38 derajat celcius atau lebih dan meningkat terus dalam beberapa jam. Dikhawatirkan infeksi yang terjadi tergolong berat dan tubuh tak dapat mengatasinya tanpa bantuan obat-obatan.

  • Bila suhu tubuh bayi berusia 3 – 6 bulan mencapai 38,3 derajat celcius

  • Dalam dua hari si kecil masih demam, padahal sudah pertolongan pertama sudah diberikan.

  • Si kecil gelisah, tidak dapat tidur, lesu, lemas, tidak mau makan dan minum, muntah dan atau diare. Wajah pucat atau sebaliknya kemerahan, rewel dan sulit ditenangkan, muncul batuk dan terasa telinga sakit.

  • Ada bintik kemerahan yang tidak berubah warna jika dipencet atau bercak berwarna keunguan pada kulitnya.

  • Bayi tampak kesulitan bernapas (napasnya berat atau bernapas terlalu cepat) padahal Anda sudah mengeluarkan ingusnya. Mungkin saja si bayi menderita asma atau pneumonia.

  • Bayi mengalami kejang atau mengalami steup.

 

Pertolongan pertama

  • Pakaikan baju yang tipis, nyaman, dan menyerap keringat. Hindari baju tebal, baju hangat, atau selimut tebal.

  • Berikan ASi atau minum susu botol yang lebih sering. Jika usianya sudah balita, bisa ditambah air putih, kaldu ayam, kuah sayur, atau jus buah. Hal ini untuk mencegah terjadinya dehidrasi ringan akibat suhu tubuh yang meningkat.

  • Tempatkan si kecilpada ruangan yang memilki sirkulasi udara yang baik.Jika si kecil ‘sumeng’ atau suhu di atas normal tapi belum demam (37,5 hingga 38 derajat celcius) maka jangan dulu diberikan obat penurun panas.  Cukup dengan membuatnya nyaman dalam ruangan bersuhu normal dengan pakaian biasa (jangan diselimuti) dan minum yang banyak. Umumnya, temperatur manusia meningkat pada sore hari menjelang malam dan turun setelah tengah malam menuju subuh.

  • Jika si kecil tampakmulai tidak nyaman berikan kompres hangat yang dapat menurunkan suhu tubuh dalam waktu 30-45 menit. Caranya, lepaskan seluruh pakaian bayi, kemudian lap sekujur tubuhnya dengan menggunakan handuk yang telah dibasahi air hangat, lalu keringkan. Ulangi beberapa kali hingga suhu tubuhnya turun. Kalau perlu, mandikan bayi dengan air hangat. Jangan pernah gunakan alkohol karena dapat terserap menuju pembuluh darah melalui kulitnya dan merusak jaringan saraf. Jangan pula gunakan air dingin/es karena akan membuat bayi tidak nyaman.

  1. Dekap si kecil atau gunakan metode gendong kangguru. Cara menggendong ini terbukti manjur untuk menurunkan suhu tinggi pada bayi/ anak karena memanfaatkan sistem pengaturan suhu tubuh ibu. Sayangnya cara ini hanya cocok untuk demam akibat sakit ringan.  Syaratnya, ada kontak kulit antara bayi dengan yang menggendong. Telanjangkan bayi dan dekaplah di dada di dalam baju Anda yang longgar.

  • Jika suhu sudah di atas 38 derajat celcius, berikan obat penurun panas dalam bentuk drops (dengan pipet takar untuk bayi). Baca aturan pemberiannya dengan baik, jika ragu hubungi dokter lewat telepon untuk memastikannya. Untuk demam anak, ada 2 kelompok obat yang disarankan yakni ibuprofen dan asetaminofen/ parasetamol. Bila suhu tubuh masih tinggi, obat  asetaminofen/ parasetamol, pemberiannya dapat diulang setiap 4 jam sekali. Sedangkan untuk  ibuprofen pemberiannya dapat 6 jam sekali. Namun untuk amannya, lakukan pengulangan untuk kedua jenis obat tersebut setelah 6 jam. Ingat! Jenis obat yang mengandung asetosal (seperti aspirin, aspilet) dan kelompok metamisol tidak dianjurkan untuk bayi atau anak-anak di bawah 16 tahun. Dan jangan memberi anak dua jenis obat sekaligus (asetaminofen dan ibuprofen).

  • Ukur suhu bila perlu setiap 3 jam sekali. Atau agar lebih akurat ukur suhu tubuuhnya setiap satu jam sekali. Catat dan berikan kepada dokter saat melakukan konsultasi. Pola suhu tubuh dapat membantu mengetahui kemungkinan penyakit yang diderita si kecil.

Tapi ingat, insting ibu sangatlah kuat. Gunakan insting ini untuk menentukan kapan sebaiknya bayi yang demam dibawa ke dokter. Jadi kalau Anda memang khawatir, berapa pun suhu tubuh si kecil, hubungi atau datangi saja dokternya. Sebab, temperatur bukan satu-satunya indikasi apakah penyebab demam itu penyakit serius atau bukan.

sumber : http://www.conectique.com/tips_solution/parenting/health/article.php?article_id=5502

April 18, 2011 Posted by | # Bayi dan Balita, # Kesehatan, Artikel | , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

No MSG! Bisa!

Sebenarnya saya cukup realistis dengan yang namanya MSG alias penyedap rasa.
Khusus untuk makanan yang dibeli di restoran, makanan siap saji, snack, ya otomatis tidak dapat 100% menolak MSG. Caranya menolak hanya ‘tidak makan’ dan ‘tidak jajan’ di luar, tapi mana tahaaannn?! Hehehe…

Tetapi kalau untuk makanan di rumah, sudah sejak saya (akhirnya…) bisa memasak, berusaha untuk tidak menggunakan MSG. Kuncinya sebenarnya adalah percaya diri! Ya… percaya diri untuk tidak mengandalkan MSG hanya untuk mendapatkan masakan yang berasa enak (tapi di mulut jadi bikin haus dan yang parah bisa sakit tenggorokan). Praktis saya sudah jarang sekali menggunakan dan membeli produk-produk yang mereknya S*sa, M*won, R*yko, termasuk tepung-tepung yang siap dibalur untuk digoreng, dan termasuk juga saus-saus botolan yang siap tuang. Jangan lupa, kecap asin yang bermerek terkemuka di Indonesia pun mengandung MSG, jadi sejarang mungkin saya pakai.

Trus??? Apa enak? Ya enak jelas! Kuncinya itu tadi, percaya diri! Memasak kembali dengan metode yang mengandalkan bumbu selera asal, bukan main asal cemplung-cemplung trus dikasih air, garam, dan MSG hehehe…

Repot? Ya kecuali kita tidak mau hidup sehat dan senang yang praktis saja, semua juga bakal repot. Kerepotan itu sebenarnya dapat ditanggulangi dengan :
1.Kaldu asli yang direbus dapat dibekukan dalam bentuk blok es batu dan disimpan di freezer. Sehingga tatkala ingin digunakan tinggal dicairkan.
2.Bumbu racikan dihaluskan pakai blender dan buat stock dapat disimpan dalam waktu tertentu di freezer atau kulkas.
3.Rela mencari dan memburu merek-merek yang non MSG, memang sih biasanya harganya rada mahal, tetapi kemasannya juga besar-besar jadi tidak cepat habis.
4.Margarin sebagai penambah sedap tumisan (untuk anak-anak dan mereka yang tidak takut kolesterol kambuh hehehe…). Wangi margarin akan memberi rasa tersendiri hingga menurut saya sih MSG masih kalah enaknya.
5.Komposisi garam dan gula 1:2 sebagai pengganti MSG (ini solusi buat yang tidak bisa makan margarin)

Nah saya coba kasih beberapa tips untuk makanan yang sudah terbukti tanpa MSG juga tetap enak disantap.

Tumis Selada Air

tumis selada air

Biasanya orang tidak pede tumis sayur karena selalu merasa pahit.

Bumbu : bawang putih keprek, jahe dikeprek, bawang bombay.
Tambahan : air kaldu ayam (kalau tidak sempat air biasa juga gak apa kok), saus tiram non msg, kecap manis (atau gula juga boleh), garam.
Isi : selada air yang sudah dipotong, daging ayam yang sudah diiris tipis.

Tumis bumbu dengan margarin atau minyak sayur sampai wangi. Tuangkan air kaldu (ya 100ml aja, kecuali suka banjir hehehe…), masukkan daging ayam. Aduk-aduk dan beri saus tiram non msg. Setelah setengah matang ayamnya, masukkan sayur selada airnya. Aduk-aduk, kasih kecap manis dan garam, atau kombinasi garam dan gula tadi. Jangan biarkan menumis sayur sampai lembek, jadinya pahit (tetapi kalau masih keras juga tetap pahit ya hahaha…). Jadi kuncinya? Ya dicicip dong…! Hehehe… Kalau sudah pas rasanya, bungkusss!

Telur dadar non MSG dan non garam

foto seadanya telur dadar non msg dan non garam dari piring anak saya hehehe

Anak kecil harus makan telur. Tapi kalau dikasih bumbu garam dng MSG terus ya kasihan kan… Akhirnya saya gunakan kombinasi margarin dan keju, tidak pakai garam. Hasilnya? Anak saya malah lebih doyan yang begini hehehe…

Kocok telur yang sudah ditaburi keju (parut atau keju mudah leleh). Lalu panaskan mentega, masukkan telur yang sudah dikocok itu. Kalau mau tambah sosis (sosis yang dijual di pasaran sih ada MSG ya hehehe… variasi yang jangan terlalu sering!) taburi sosis sedikit. Terus? Ya sudah tunggu sampai matang dadarnya (tentu saja dengan membolak-balikkan telur yang sudah di penggorengan ya hehehe…). Siap santappp!

Ayam kukus

ayam kukus

Apa enaknya? Hehehe… saya sih pas makan ya berasa makan ayam tim, atau ayam yang di nasi hainam hehehe… Ini kalau sudah ribet masak tapi tetap mau makan enak.

Bumbu sangat sederhana : bawang putih keprek, daun bawang/prei, jahe.
Siapkan dalam satu wadah panci yang berisi air, bumbu yang sudah saya sebut tadi, daging ayam yang sudah dibersihkan, garam dan merica. Aduk-aduk. Lalu kukus seperti mengukus ikan, bukan rebus. Tahu kan beda kukus dan rebus? Kalau belum, silakan googling.

ayam kukus yang sedang dikukus

Saya sendiri tidak punya kukusan, jadi seadanya, pakai panci agak besar yang sudah diberi air, lalu di atas panci besar itu saya taruh panci yang berisi racikan tadi. Setelah matang, ya dikeluarkan ayamnya, terus dimakan saja. Air kaldu hasil kukusan tidak terlalu berminyak (jadi cocok buat yang diet rendah minyak) dapat dipakai untuk kuah dan rasanya sama dengan minum kuah nasi hainam hehehe…

Sapo Tahu

sapo tahu seadanya

Kalau saya masak, biasanya tidak harus ikut pakem kombinasi sayur dari resep kebanyakan. Jadi kalau ada yang bilang sayur A harus isinya ada ini, itu, bla bla bla, ya buat saya tidak harus. Tergantung isi kulkas juga. Itu baru yang disebut masak nyantai tapi rasa tetap. Jadi kalau ada yang bilang capsay itu 10 jenis sayur, kalau di kulkas hanya ada 4 jenis, ya jadi aja hehehe…

Termasuk si sapo tahu ini. Biasanya orang menggunakan seafood, dan jamur. Tapi berhubung lagi gak punya udang dll dan orang rumah juga pada gak demen jamur, alhasil saya ganti saja dengan labu dan bakso yang kebetulan masih ada. Yang jelas kan saya ada tahu halus hehehe… Jadi beginilah materi sapo tahu saya ini (yang kebetulan saya masak pas hari ini) :

Isi : tahu halus, bakso, labu manis.
Bumbu : bawang putih keprek, daun bawang/prei potong-potong, bawang bombay, jahe.
Pelengkap : saus tiram non MSG, kecap manis, garam (atau kombinasi garam dan gula), sagu, air kaldu ayam atau air minum biasa juga tidak apa.

Tumis bumbu sampai wangi dengan margarin (atau minyak), tuang bakso, beri air kaldu/air 200ml-300ml, masukkan sedikit saus tiram. Aduk-aduk sampai merata bumbunya. Masukkan labu manis, diamkan sebentar sampai labu setengah lembut. Lalu masukkan tahu halus yang sudah dipotong, aduk pelan-pelan (kalau terlalu kencang-kencang kayak masak nasi goreng alamat bisa pecah tahunya!). Masukkan kecap manis/gula. Aduk-aduk lagi. Untuk membuat kental kuah sapo, gunakan kombinasi sagu dan air (kalau takaran saya kira-kira 2sdm sagu : 100ml air). Masukkan kombinasi sagu dan air itu ke dalam masakan, aduk hingga kental. Kalau tidak suka terlalu kental ya kasih air saja lagi sedikit. Terakhir baru kasih garam, cicip-cicip, enak? Angkat, makannn!

Sop ayam / sop daging sapi

sup ayam

Nah… banyak yang memasak sop dengan MSG dengan asumsi kalau tidak pakai penyedap, rasanya kurang enak. Pakai garam doang juga masih kurang pas. Kuncinya adalah bumbu yang digunakan kurang wangi!

Jadi bumbu sop yang kita siapkan semacam bawang putih, bombay, daun bawang/prei, sledri ditumis dulu dengan margarin sampai harum (ini juga dikasih tahu teman dan suami). Setelah itu baru masukkan air kaldu ayam asli dan rebuslah isi sopnya. Masukkan bahan yang keras dulu seperti kentang, wortel, baru masukkan yang lembut. Nah… dengan cara ini, hanya dengan garam saja, sudah pasti enak!

Catatan : Saya bukan ahli masak loh yaaa… Jadi kalau nanti ada yang nyobain resep ini dan bilang tidak enak ya tolong dimaklumi saja hihihi… Paling tidak ini pengalaman sendiri aja, kalau berguna ya syukurlah hehehe…

From : Femi
http://femikhirana.com
http://facebook.com/fekhi

April 23, 2010 Posted by | # Adzra Cattering, # Kesehatan, # Mughitsah Collection, # Rumah Mainan Niswah Adzra Ghozi, # Zahra Creative, Artikel, Multilevel Usaha | , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.