Niswahadzra’s Blog

Just another WordPress.com weblog

5 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan Orangtua Kepada Anak

sumber ; http://id.she.yahoo.com/5-hal-yang-tidak-boleh-diucapkan-orangtua-kepada-anak.html

Bukan rahasia lagi, orangtua harus memperhatikan cara mereka berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Apa yang kita katakan — dan cara kita mengatakannya — adalah masalah penting. Cara komunikasi orangtua akan memberi dampak pada hubungan orangtua-anak dalam jangka panjang.

Kalimat sederhana yang keluar dari mulut orangtua saat sedang frustrasi dapat berdampak besar.

“Kata-kata bisa menyakitkan dan tidak bisa ditarik ulang, jadi berhati-hatilah,” ujar Debbie Pincus, seorang terapis, pembimbing orangtua dan penulis “The Calm Parent: AM & PM”.

“Kita manusia. Kehidupan kita gila-gilaan dan kadang kita tidak memberikan waktu beristirahat dan berpikir kepada diri sendiri,” ujar Pincus. “Hanya berhati-hatilah dan bertanggung jawab, dengan siapa pun kita berbicara.”

Berikut ini lima hal yang tidak boleh diucapkan orangtua kepada anak mereka.

“Aku tidak peduli.”
Anak kecil senang bercerita tentang segala sesuatu. Tentang pembicaraan mereka dengan teman-temannya, bentuk awan yang mereka rasa mirip dengan ular laut, alasan mereka menekan seluruh isi pasta gigi ke dalam bak mandi.

Tetapi terkadang orangtua tidak ingin mendengarkan mereka. Jangan pernah mengatakan Anda tidak peduli dengan cerita mereka. Itu akan membuat anak-anak merasa tidak penting dan menghilangkan rasa percaya.

SARAN: Beritahulah anak Anda bahwa masalah itu bisa dibahas di lain waktu, ketika Anda dapat fokus pada pembicaraan sang anak. Tetapi jangan ingkar janji. Jangan lupa membahas.

“Kamu kan sudah besar!”
Putri Anda berusia 7 tahun tapi masih bertingkah selayaknya anak umur 3. Jangan pernah menyalahkan tingkahnya sembari mengatakan “Kamu kan sudah besar!” Ini akan membuat anak-anak merasa dikritik padahal mereka bisa saja sedang punya masalah dan butuh bantuan untuk menyelesaikannya.

SARAN: “Ketika Anda hendak bereaksi, ambillah jeda waktu sebentar,” kata Pincus. Pikirkan matang-matang dampak perkataan Anda, jadi bukan asal reaksi spontan. Jeda membantu menurunkan adrenalin sehingga otak bisa berpikir tanpa emosi.

“Minta maaf!”
Anak Anda merebut mainan temannya dan membuatnya menangis. Anda langsung memerintahkan sang anak untuk meminta maaf atas tindakannya. Anda memang bermaksud mulia, tetapi memaksa anak untuk meminta maaf tidak mengajari mereka kemampuan sosial, kata Bill Corbett, penulis buku dan pendidik.

Anak kecil tidak dapat langsung mengerti kenapa mereka harus meminta maaf. Bila selalu disuruh, mereka bisa saja makin lambat memahami alasan meminta maaf bila telah melakukan tindakan buruk

SARAN: Minta maaflah kepada anak kecil yang dibuat menangis oleh anak Anda, sehingga pada saat bersamaan Anda memberi dia contoh bagus kelakuan yang ingin ditanamkan.

“Masak nggak bisa juga?”
Anda mengajari anak menangkap bola lima kali berturut-turut, dan dia belum mahir juga. Atau, ketika belajar soal matematika, dia tak kunjug paham. Anda pun langsung bertanya “Masak nggak bisa juga?” Komentar ini akan menjatuhkan mental mereka.

Sebab, sebagaimana dikatakan pakar pembelajaran Jill Laurean, anak-anak akan menangkap pertanyaan itu dengan berbeda. Mereka akan mengira Anda bertanya “Kenapa nggak bisa juga? Apa yang salah dengan kamu sehingga nggak bisa?”

SARAN:
 Ambil waktu istirahat. Jika Anda sudah tidak tahu cara lain mengajari anak mengenai sesuatu, berhentilah. Lanjutkan pelajaran ketika Anda sudah siap untuk mencobanya lagi, mungkin setelah mencari pendekatan lain untuk mengajar apa pun yang sedang dipelajari anakmu.

“Ditinggal ya!”
Anak Anda menolak meninggalkan toko mainan atau taman, sementara Anda telat janjian. Jadi Anda memberikan ultimatum untuk menakut-nakuti dia: “Ditinggal ya!” Untuk anak yang masih kecil, ketakutan ditinggalkan orangtua adalah sesuatu yang sangat nyata. Tapi apa yang terjadi saat ancaman tidak berhasil? Anak dengan cepat belajar kalau ayah atau ibu memberikan ancaman kosong.

SARAN: Jangan bilang kepada anak bahwa Anda akan meninggalkan mereka. Sebaiknya, bikin rencana perjalanan (dari toko mainan ke tempat selanjutnya) sebelum berangkat dari rumah.

Mei 4, 2012 Posted by | # Bayi dan Balita, Artikel, Multilevel Usaha | , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

my dinner

ini bukan bergaya sok ala barat lho ya…karena yg ada di lemari es tinggal ayam fillet n wortel…maka untuk dinner malam ini bikin steak ayam n spagheti serta kentang goreng ala bunda niswah adzra ghozi…resep cari sendiri di mbah google…bbbuuuaaannnyyyaaakkkk…

steak ayam n spagheti

Maret 3, 2012 Posted by | # Bayi dan Balita, # Diriku, # Pangeranku, # Permata2ku, Artikel, My Family | , , , | 2 Komentar

Happy Birthday my Adzra Fathimah Mukhlisah Mujadillah

Hari ini tgl 7 Februari…3 th yg lalu aku melahirkan anakku yg ke 2 Adzra Fathimah Mukhlisah Mujadillah. Atas saran Dokter,Kak Adzra harus di cecar…karena saat di Usg posisinya Duduk.Pas tgl 7 Februari jam 23.00 Kak Adzra Lahir di Rs Muhamadiyah BAndung,dg berat 3.5kg tinggi 49cm.kak Adz dr kecil gendutnya awet makanya ada panggilan sayangnya si Emboth…anaknya terbilang superrr Aktifnya…segala di naikki,dr meja,pintu tralis,tangga,pager…smp pernah dirumah kakek di lantai 3 tempat jemuran ada antena utk warnet dinaikki…bikin hati dag dig dug…kak Adz g bisa duduk diam sebentarpun…klo pun menggambar atau mewarnai n bermaen game komputer…cuman bertahan beberapa menit…setelah itu lari2…teriak2…Kak Adzra…ibu minta maaf…tdk bisa memberikan kue ultah yg cantik…tp brownies bikinan ibu ini dibuat penuh cinta…doa Ayah dan Ibu smoga kak Adzra jd anak yg solehah,berbakti sama orang tua,hormat dan sayang sama kak niswah dan dek ozy,dimudahkan rejeki yg barokah,jodoh,panjang umur,nikmat kesehatan…I love u my dear…mmmuuuaaaccchhh….

Maret 3, 2012 Posted by | # Bayi dan Balita, # Permata2ku, Artikel, My Family | , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Apakah Anak-ku harus rangking 1?

baca artikel ini mengingatkan ada masa kecilku…dimana kakak2ku smw sangat brilyant…smw slalu juara 1…masuk sekolah favorit…klo aku…boro2 1…naik kelas aja udah untung…dan itulah yg membuat ortuku malu…dan sering membanding2kan…karena itu aku slalu diatur…dari smk smp kuliah…dan jadilah smw ilmu g ada yg menempel diotakku…sutra lah…smw hanya masa lalu…yg penting sekarang anak2ku…untuk anak2ku…aku hanya akan memfasilitasi kalian serta mengarahkan…cita2lah setinggi langit…apapun yg kau inginkan

 

Di kelasnya terdapat 50 orAnak kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira.
Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.
Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa Inggris. Kedua anak ini secara bersamaan berebut sebuah kue beras yang di atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan cara yang sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang.
Ketika pulang, jalanan macet dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing.
Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada wajah suamiku timbul senyum bangga.
Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku.
Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar.
Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang paling kamu kagumi dan alasannya.
Selain anakku, semua teman sekelasnya menuliskan nama anakku.
Alasannya pun sangat beragam : antusias membantu orang, sangat memegang janji, tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis adalah optimis dan humoris.
Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia dijadikan ketua kelas saja.
Dia memberi pujian: “Anak anda ini, walau nilai sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”.
Saya bercanda pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan. Anakku yang sedang merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: “Guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”
Dia pun pelan-pelan melanjutkan: “Ibu, aku tidak mau jadi Pahlawan aku mau jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Aku terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.
Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda dipilinnya bolak balik di jarum, sepertinya waktu yang berjalan di tangannya mengeluarkan kuncup bunga.
Dalam hatiku pun terasa hangat seketika.
Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin menjadi pahlawan ini. Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana ini.
Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi seorang biasa yang baik hati dan jujur.
Jika anakku besar nanti, dia pasti menjadi seorang isteri yang berbudi luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja yang gemar membantu, tetangga yang ramah dan baik.
Apalagi dia mendapatkan ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa senang dan tidak merasa puas?
Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang lain dan lebih menonjol lagi?
Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan kami?
Anakmu bukan milikmu.
Mereka putra putri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri,
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya,
Tapi tidak untuk jiwanya,
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi meski dalam mimpi.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah
Anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.
- Khalil Gibran
Kisah ini juga di tulis di beberapa milis.
ang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya. Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun ternyata anak kami menerimanya dengan senang hati.

sekedar share…http://annasahmad.wordpress.com/2012/02/07/rangking-satu/

Februari 13, 2012 Posted by | # Bayi dan Balita, Artikel, religi | Tinggalkan sebuah Komentar

My Beloved

Masa depanmu masih panjang Nak…

Bagaikan menyusuri jalan ini Jalanan ini panjang penuh liku,kerikil dan lobang Cobaan akan selalu datang silih berganti untuk menempa kepribadianmu Berhati-hati Nak banyak mobil berseliweran

Seperti suka dan duka hadapi semuanya dengan senyuman yang Ikhlas Berpegangan tangan Nak saling membantu,saling percaya dan berhati-hati Jangan pernah bercerai berai karena masalah yang sepele

Maafkan Ayah dan Ibu yang selalu cerewet,marah,suka kesel

maafkan Untuk ketidak sempurnaan ini

tapi yakinlah Nak Ayah dan Ibu selalu Mencintaimu

Ayah dan Ibu hanya bisa berdoa untuk kalian

Semoga kak Niswah,Kak Adzra dan Dek Ghozi Selalu jd orang yang soleh,Diberi nikmat Iman,nikmat kesehatan,panjang umur dan Rejeki yang barokah…

Amin

by ibu niswah adzra ghozi

Oktober 12, 2011 Posted by | # Adzra Cattering, # Bayi dan Balita, # Mughitsah Collection, # Rumah Mainan Niswah Adzra Ghozi, # Zahra Creative, Artikel, Berita Hot, Multilevel Usaha, Puisi, religi | , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Baby Walker

Baby Walker


Banyak orang tua yang “merasa terbantu” dengan adanya baby walker. Sebagian besar membelikan produk ini untuk bayinya agar lebih cepat bisa berjalan. Sebagian lagi membelinya dengan alasan kepraktisan – daripada pusing mengawasi si bayi merangkak dan merayap ke sana kemari… lebih baik gunakan baby walker.

Betulkah pendapat-pendapat ini?

Amankah Baby Walker?

Hampir semua ahli menyatakan bahwa baby walker TIDAK AMAN.
Banyak sekali kasus yang terjadi di berbagai belahan dunia, dimana bayi terjatuh ketika menggunakan baby walker. Ada yang terjatuh karena rodanya menggilas mainan lain lalu terbalik, ada yang terjatuh meluncur ke bawah tangga, ada yang masuk ke dalam kolam dan sebagainya.Anda pun harus waspada lho, karena ketika bayi Anda diletakkan di baby walker, dia jadi bisa pergi ke tempat-tempat yang justru tidak aman bagi keselamatannya dan bisa menjangkau benda-benda berbahaya.

Efektifkah Baby Walker dalam Membantu Bayi Bisa Berjalan Lebih Cepat?

Seperti yang Anda ketahui, ketika bayi diletakkan di baby walker, maka biasanya kakinya akan agak menggantung dan hanya sedikit menyentuh lantai. Ini dikarenakan si bayi akan lebih memilih untuk banyak duduk ketimbang berdiri.

Otot-otot yang digunakan oleh bayi ketika ia berkeliling menggunakan baby walker TIDAK SAMA dengan otot-otot yang digunakannya untuk berjalan secara normal.
Dengan kata lain, berbagai kemampuan bergerak yang dibutuhkan ketika bayi berjalan menggunakan baby walker, sebenarnya tidak akan bermanfaat baginya untuk berjalan secara normal – tanpa baby walker!

Bahkan, jika Anda menggunakan baby walker untuk bayi Anda, maka ia justru akan sulit untuk meningkatkan kemampuan menjaga keseimbangan tubuhnya. Ketika ia bergerak menggunakan baby walker, maka ia akan selalu memiliki tumpuan, sedangkan untuk bisa berjalan dengan normal, bayi Anda harus belajar untuk melangkah tanpa bertumpu kepada benda apapun. Sehingga, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan baby walker justru akan mengurangi motivasi bayi untuk bisa berjalan sendiri. Ia akan menjadi malas untuk belajar berjalan, karena sudah terbiasa menggunakan baby walker…

Adakah Alternatif Lain?

Sebagai alternatif baby walker, Anda bisa menggunakan exersaucer (mirip dengan baby walker, tapi tidak menggunakan roda), atau kursi tinggi untuk bayi.
Bahkan cara sederhana seperti memberikan kursi plastik kecil untuk didorong-dorong oleh bayi Anda yang sedang belajar berjalan terbukti lebih banyak manfaatnya lho!

Kesimpulannya?

Buat apa mengeluarkan uang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat bagi perkembangan bayi Anda…Cari Informasi Tambahan untuk Exersaucer dan Kursi Tinggi Bayi Jika Anda ingin mencari informasi lebih lanjut mengenai exersaucer dan kursi tinggi bayi, Anda bisa menggunakan kotak pencari di bawah ini.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Alhamdulillah…saya sendiri pun g pernah memakaikan baby walker ke anak2 saya….mereka berusaha sendiri.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Mei 5, 2011 Posted by | # Bayi dan Balita, # Kesehatan, Artikel | , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

10 Hal Yang Harus Anda Tahu tentang Suhu Badan Anak

10 Hal Yang Harus Anda Tahu tentang Suhu Badan Anak



BATAS mana disebut normal? Bagaimana cara mengukurnya? Kapan harus mencari pertolongan ke dokter? Bagaimana caranya menurunkan panas badan anak? Suhu badan anak adalah petunjuk yang baik dari keadaan umum kesehatan badannya. Suhu badan dapat berubah dari menit ke menit. Ketahuilah bagaimana cara membedakan yang normal dan yang disebut demam, dan kapan harus mencari pertolongan ke dokter.

1. Yang disebut ‘normal’ ternyata dapat bervariasi

Biasanya suhu badan tiap anak berbeda. Jadi saat ia sehat, cobalah untuk mengukur suhu badannya. Sehingga anda tahu suhu badan normal yang biasa ia punya setiap harinya.

Sebagai petunjuk umum:

-suhu badan normal adalah sektiar 36-37 derajat celcius

-suhu badan 37.7 derajat celcius atau lebih disebut sebagai demam.

Tetapi suhu ini dapat berubah saat pergantian cuaca atau setelah aktivitas fisik si anak.

2. Pilihlah termometer (alat pengukur suhu) yang baik

Termometer sekarang ada berbagai macam bentuk. Ada yang berupa kertas yang ditempelkan di dahi anak selama beberapa saat,  termometer digital yang dapat berbunyi/ mempunyai alarm saat suhu badan anak telah terdeteksi, sampai ke termometer infra merah/ infrared yang diukur melalui telinga anak.

Pakailah yang sesuai dengan kenyamanan dan usia anak.

Jangan menggunakan termometer merkuri/ air raksa(yang ujungnya berwarna perak) dengan cara memasukkannya ke mulut anak, untuk anak yang berusia dibawah 3 tahun.

3. Ukurlah suhu badan anak secara teratur

Apabila terasa badan anak panas, segeralah gunakan temperatur untuk mengukur suhu badan anak anda. Ukurlah satu jam sekali setelah itu. Apabila ternyata ada demam, periksa juga apakah ada gejala lain seperti hidung ingusan (yang dapat berarti anak anda terinfeksi influensa), atau adanya cairan di telinga (yang dapat berarti anak anda terinfeksi kuman di telinga).

4. Kapankah anda perlu pertolongan dokter?

Demam pada anak tidak boleh melebihi 24 jam lamanya. Apabila telah lebih, pergilah ke dokter.

Tetapi apabila demam anak anda mencapai 40 derajat celcius, jangan tunggu lagi, segeralah mencari pertolongan  ke dokter.

Apabila suhu badan yang demam tinggi disertai beberapa gejala dibawah ini, segeralah ke UGD (unit gawat darurat) di rumah sakit, atau telpon ke 118.

Gejalanya sebagai berikut:

-kesulitan bernapas (dapat disebabkan oleh penyakit radang paru,

radang saluran napas atau penyakit lain)

-kekakuan leher, muntah-muntah atau bintik-bintik merah di kulit yang tidak menghilang apabila ditekan (dapat disebabkan oleh penyakit radang otak/ meningitis).

-diare, cekung di bawah mata (dapat disebabkan oleh dehidrasi/ kurang cairan tubuh)

5. Cara pengukuran suhu dapat dilakukan di beberapa tempat

Anda dapat mengukur suhu badan anak anda di beberapa tempat tertentu, yaitu di dahi (untuk termometer bentuk strip/kertas), dibawah lidah , dikempit di ketiak (untuk termometer air raksa/merkuri), atau di telinga (termometer infra merah).

Jangan melakukan pengukuran suhu dengan memasukkan termometer ke pantat anak, karena dapat mengakibatkan berbagai hal yang tidak diinginkan apabila dilakukan bukan oleh tenaga profesional.

Pengukuran di bawah ketiak biasanya paling akurat.

Dokter biasanya akan menanyakan dimana tempat anda melakukan pengukuran suhu, karena akan ada sedikit perbedaan hasil, pada pengukuran di tempat yang berbeda.

6. Bagaimana cara menurunkan suhu anak saat demam?

Usaha untuk menurunkan suhu badan anak yang demam diperlukan untuk mencegah resiko terjadinya kejang yang disebabkan oleh suhu badan yang terlalu tinggi.

Beberapa caranya adalah sebagai berikut:

-Jangan pakai baju yang terlalu tebal, pakailah baju tidur biasa

-Berikan obat parasetamol sesuai dosis

-kompres  anak anda dengan air suam-suam kuku (bukan air dingin)

7. Pegang perutnya untuk mengira-ira suhu badan

Bayi yang masih kecil tidak dapat mengatur suhu badannya dengan baik, sehingga anda harus terus memonitor keadaan demamnya.

Tangan dan kaki pada bayi biasanya memang dingin. Jadi anda harus memegang perut atau bagian belakang lehernya untuk mengetahui apakah demamnya sudah mulai menurun. Apabila ternyata masih panas, anda harus berusaha untuk menurunkan lagi demamnya.

8. Periksa suhu kamar bayi anda

Suhu kamar yang ideal bagi bayi adalah 16-20 derajat celcius. Gunakan termometer ruangan untuk mengukur suhu ruangan, usahakan jangan sampai suhu ruangan lebih panas dari 20 derajat celcius.

9. Jangan memakai selimut yang berlebihan

Apabila bayi anda masih berumur kurang dari 1 tahun, berhati-hatilah agar anak anda tidak memakai selimut yang berlebihan sehingga kepanasan.

Apabila suhu ruangan bayi anda sekitar 18 derajat celcius, satu selimut dan dua lapis seprei untuk pelapisnya adalah cukup (apabila bayi memakai baju tidur dan jaketnya)

Jangan membiarkan bayi anda tidur di dekat radiator, api pemanas atau heater.

10. Bayi anda ternyata dapat kedinginan juga

Memang keadaan ini jarang terjadi. Biasanya disebut hipotermia. Yaitu apabila suhu bayi dibawah 35 derajat celcius. Untuk menghangatkannya, peluklah ia, tempelkan badannya dengan badan anda yang hangat,  dan berikan ia selimut sampai menutupi lehernya.

sumber : http://umum.kompasiana.com/2009/02/04/10-hal-yang-harus-anda-tahu-tentang-suhu-badan-anak/

April 18, 2011 Posted by | # Bayi dan Balita, # Kesehatan, Artikel | , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Pertolongan Pertama Anak Demam

Pertolongan Pertama Anak Demam

 

Orangtua mana yang tidak panik ketika si kecilnya tiba-tiba terserang demam? Dikompres, diberi obat penurun panas atau langsung dibawa ke dokter saja? Duh, bingungnya…

Jangan panik berlebihan, patut Anda ketahui bahwa pada usia 0 – 12 daya tahan tubuh anak memang masih rendah sehingga rentan sekali terkena infeksi penyebab demam. Tingginya suhu tubuh juga tak dapat dijadikan indikasi bahwa penyakit yang diderita si kecil semakin parah. Sebab, pada saat itu tubuhnya sedang berusaha melakukan perlawanan terhadap penyakit akibat infeksi. Itulah mengapa, demam dapat reda dengan sendirinya dalam 1-2 hari dan tak selalu butuh pengobatan.

Apakah demam itu?

Demam adalah naiknya suhu tubuh dari suhu normal yaitu 36 – 37,5 derajat celcius. Demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh si kecil terhadap serangan bakteri dan virus. Sebenarnya tubuh dapat melawan sendiri infeksinya jika suhunya naik. Itulah sebabnya, orangtua tak perlu panik jika si kecil mengalami demam dan perilaku bayi atau batita tidak menunujukkan perubahan. Ia tetap aktif bermain, mau minum dan makan. Maka jangan panik dan Anda pun juga tak perlu memberinya obat penurun panas. Biarkan saja tubuhnya bekerja secara alami.

Kok suhu tubuhnya naik turun?

Obat pereda demam hanya menurunkan suhu tubuh untuk sementara waktu dan tidak untuk mematikan bibit penyakit yang menyebabkan infeksi. Kondisi ini biasanya berlangsung hingga tujuh hari. Jadi jangan heran kalau suhu si bayi naik lagi dan turun lagi. Hal ini karena infeksinya belum benar-benar sembuh. Pemberian antibiotik untuk memerangi infeksi yang diberikan dokter biasanya dapat membuat suhu tubuh kembali normal dalam 48 jam.

Kapan harus waspada?

  • Jika suhu tubuh si kecil secara mendadak meningkat menjadi 38 derajat celcius atau lebih dan meningkat terus dalam beberapa jam. Dikhawatirkan infeksi yang terjadi tergolong berat dan tubuh tak dapat mengatasinya tanpa bantuan obat-obatan.

  • Bila suhu tubuh bayi berusia 3 – 6 bulan mencapai 38,3 derajat celcius

  • Dalam dua hari si kecil masih demam, padahal sudah pertolongan pertama sudah diberikan.

  • Si kecil gelisah, tidak dapat tidur, lesu, lemas, tidak mau makan dan minum, muntah dan atau diare. Wajah pucat atau sebaliknya kemerahan, rewel dan sulit ditenangkan, muncul batuk dan terasa telinga sakit.

  • Ada bintik kemerahan yang tidak berubah warna jika dipencet atau bercak berwarna keunguan pada kulitnya.

  • Bayi tampak kesulitan bernapas (napasnya berat atau bernapas terlalu cepat) padahal Anda sudah mengeluarkan ingusnya. Mungkin saja si bayi menderita asma atau pneumonia.

  • Bayi mengalami kejang atau mengalami steup.

 

Pertolongan pertama

  • Pakaikan baju yang tipis, nyaman, dan menyerap keringat. Hindari baju tebal, baju hangat, atau selimut tebal.

  • Berikan ASi atau minum susu botol yang lebih sering. Jika usianya sudah balita, bisa ditambah air putih, kaldu ayam, kuah sayur, atau jus buah. Hal ini untuk mencegah terjadinya dehidrasi ringan akibat suhu tubuh yang meningkat.

  • Tempatkan si kecilpada ruangan yang memilki sirkulasi udara yang baik.Jika si kecil ‘sumeng’ atau suhu di atas normal tapi belum demam (37,5 hingga 38 derajat celcius) maka jangan dulu diberikan obat penurun panas.  Cukup dengan membuatnya nyaman dalam ruangan bersuhu normal dengan pakaian biasa (jangan diselimuti) dan minum yang banyak. Umumnya, temperatur manusia meningkat pada sore hari menjelang malam dan turun setelah tengah malam menuju subuh.

  • Jika si kecil tampakmulai tidak nyaman berikan kompres hangat yang dapat menurunkan suhu tubuh dalam waktu 30-45 menit. Caranya, lepaskan seluruh pakaian bayi, kemudian lap sekujur tubuhnya dengan menggunakan handuk yang telah dibasahi air hangat, lalu keringkan. Ulangi beberapa kali hingga suhu tubuhnya turun. Kalau perlu, mandikan bayi dengan air hangat. Jangan pernah gunakan alkohol karena dapat terserap menuju pembuluh darah melalui kulitnya dan merusak jaringan saraf. Jangan pula gunakan air dingin/es karena akan membuat bayi tidak nyaman.

  1. Dekap si kecil atau gunakan metode gendong kangguru. Cara menggendong ini terbukti manjur untuk menurunkan suhu tinggi pada bayi/ anak karena memanfaatkan sistem pengaturan suhu tubuh ibu. Sayangnya cara ini hanya cocok untuk demam akibat sakit ringan.  Syaratnya, ada kontak kulit antara bayi dengan yang menggendong. Telanjangkan bayi dan dekaplah di dada di dalam baju Anda yang longgar.

  • Jika suhu sudah di atas 38 derajat celcius, berikan obat penurun panas dalam bentuk drops (dengan pipet takar untuk bayi). Baca aturan pemberiannya dengan baik, jika ragu hubungi dokter lewat telepon untuk memastikannya. Untuk demam anak, ada 2 kelompok obat yang disarankan yakni ibuprofen dan asetaminofen/ parasetamol. Bila suhu tubuh masih tinggi, obat  asetaminofen/ parasetamol, pemberiannya dapat diulang setiap 4 jam sekali. Sedangkan untuk  ibuprofen pemberiannya dapat 6 jam sekali. Namun untuk amannya, lakukan pengulangan untuk kedua jenis obat tersebut setelah 6 jam. Ingat! Jenis obat yang mengandung asetosal (seperti aspirin, aspilet) dan kelompok metamisol tidak dianjurkan untuk bayi atau anak-anak di bawah 16 tahun. Dan jangan memberi anak dua jenis obat sekaligus (asetaminofen dan ibuprofen).

  • Ukur suhu bila perlu setiap 3 jam sekali. Atau agar lebih akurat ukur suhu tubuuhnya setiap satu jam sekali. Catat dan berikan kepada dokter saat melakukan konsultasi. Pola suhu tubuh dapat membantu mengetahui kemungkinan penyakit yang diderita si kecil.

Tapi ingat, insting ibu sangatlah kuat. Gunakan insting ini untuk menentukan kapan sebaiknya bayi yang demam dibawa ke dokter. Jadi kalau Anda memang khawatir, berapa pun suhu tubuh si kecil, hubungi atau datangi saja dokternya. Sebab, temperatur bukan satu-satunya indikasi apakah penyebab demam itu penyakit serius atau bukan.

sumber : http://www.conectique.com/tips_solution/parenting/health/article.php?article_id=5502

April 18, 2011 Posted by | # Bayi dan Balita, # Kesehatan, Artikel | , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Assalamualaikum

Dear All,

Terimakasih sebelumnya kami ucapkan karena telah memberikan kepercayaan kepada kami dengan berbelanja di toko online kami ^_^.

Dikarenakan banyak permintaan lebih praktis dalam berbelanja online serta untuk menjaga kepercayaan pelanggan, maka untuk pembelian online pindah ke http://www.busana.biz/
Selamat berbelanja ya..

 

 

Maret 14, 2011 Posted by | # Adzra Cattering, # Bayi dan Balita, # Kecantikan, # Kesehatan, # MAKANAN, # MINUMAN, # Mughitsah Collection, # Rumah Mainan Niswah Adzra Ghozi, # SNACK, # Zahra Creative, Alisha - busana muslim anak dari bahan kaos kualitas istimewa, Artikel, azka produk, BAJU ANAK, Berita Hot, Busana Muslim Qirani, Cara Pembayaran, COKLAT, Multilevel Usaha, muzhafar optical, Product SIK clothing, produk mughitsah collection, Produk Permata, produk tanah abang, Produk Ukhti, Puisi, QIRANI Kids, religi, REZEP, zenitha | , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Pola Asuh Tentukan Kecerdasan Emosional

Pola Asuh Tentukan Kecerdasan Emosional

Memahami emosi negatif anak sejak dini, akan mencerdaskan emosi anak/Ist
SARAH, 25, ibu muda satu putra ini hampir setiap hari mengkhawatirkan putranya yang berusia 9 bulan. Dia mengkhawatirkan putranya akan memiliki sifat sepertinya yakni takut salah berbicara dengan orang lain. Padahal, Sarah adalah sosok wanita well educated. Ijazah SMA hingga S-2 didapatkannya di Australia. Namun, kenapa perempuan yang kini tinggal di Kanada tersebut seolah tak percaya diri dan takut salah berbicara dengan orang?

Selama ini perempuan bertubuh langsing dan berparas cantik ini merasa terganggu dengan sikapnya sendiri. Salah satu contohnya dia tak pernah bisa lama bekerja di sebuah perusahaan. Ijazah lulusan luar negeri pun tak membantunya. ”Walaupun bidang yang saya pilih adalah accounting management di mana saya pikir tidak perlu ketemu dan berhubungan dengan banyak orang, ternyata ketika bekerja hal tersebut tidak berlaku karena tetap saja saya harus berhubungan dengan bagian lainnya,” paparnya.

Secara intelektual, Sarah memang pandai, tetapi ada sesuatu yang harus diperbaiki dalam dirinya yaitu kecerdasan emosinya. Tidak berkembangnya kecerdasan emosi ini tak lain karena pola asuh orangtua terhadap dirinya kurang tepat.

Sebagai anak bungsu, ibunda Sarah selalu menganggap Sarah adalah anak kecil, hingga ia dewasa, ibunya selalu tidak mengizinkan untuk memilih apa yang dia inginkan. Selalu ibunya yang menentukan. Misalnya saja ketika dia akan bepergian ke rumah temannya, ibunya yang menentukan pakaian model dan warna apa yang harus saya pakai.

Selain sikap ibunya, peran ayahnya juga memengaruhi sikapnya. Ayahnya yang seorang dokter gigi terlalu sibuk dan tidak dekat dengan anak-anaknya. Selain itu, ayahnya juga terlampau sering mengoreksi apa yang dilakukan dan dikatakan Sarah. Misalnya saat Sarah menerima telepon. Bila ayahnya mendengar, ia pasti mengkritik jawaban Sarah di telepon. ”Dia selalu bilang, harusnya tadi jawabnya gini, bukan gitu. Itulah yang membuat saya selalu merasa takut salah saat berkomunikasi dengan orang lain,” katanya. Sadar akan akibat pola asuh yang salah terhadap dirinya, Sarah berharap tak ingin mengulangi hal yang sama pada buah hatinya. ”Saya tak ingin anak saya seperti saya,” tandasnya.

Memahami emosi negatif anak merupakan salah satu pola asuh yang sebaiknya dilakukan orangtua. Memahami emosi negatif anak sejak dini, akan mencerdaskan emosi anak. Pada kenyataannya, intelektual saja tak cukup bila tak diimbangi dengan kecerdasan emosi.

Pakar emotional intelligence dari Radani Edutainment, Hanny Muchtar Darta, Certified EI PSYCH-K SET mengatakan bahwa pengaruh pola asuh orangtua mempunyai dampak besar pada kehidupan anak di kemudian hari. Biasanya terjadi ketika anak di bawah lima atau enam tahun dan di bawah 11 tahun.

”Paling berdampak besar yang akan sangat menghambat potensi anak adalah pengaruh pola asuh yang tidak berorientasi pada perkembangan anak,” kata ketua dari Radani Edutainment dan El Center yaitu lembaga yang fokus usaha pada kegiatan yang menstimulasi kecerdasan dan kesehatan anak dan keluarga.

Dikatakan Hanny, semua orangtua mempunyai tujuan yang sangat baik untuk anaknya. Namun, kebanyakan orangtua tidak memahami dampak jangka panjang akibat dari pola asuh yang tidak tepat. Biasanya kejadian yang dialami Sarah adalah orangtua yang menginginkan anaknya menjadi anak yang sempurna tanpa kesalahan dan segalanya harus baik dan tidak ada cela tanpa adanya pikiran dan perasaan yang mengikuti tindakannya.

”Perlu juga orangtua pahami dengan baik bahwa anak mempunyai keinginan yang sama seperti orang dewasa pada umumnya,” ujar wanita yang mengambil pendidikan di Psychology Kinnesiolgy (PSYCH-K) Anaheim California dan Miami-Florida.

Di mana keinginan tersebut dijelaskan oleh Hanny, misalnya keinginan untuk ditanyakan apa yang sebenarnya yang diinginkannya, keinginan didengar, keinginan untuk dipahami, keinginan untuk dihargai, dan keinginan untuk dilindungi sehingga dia merasa nyaman. ”Semua hal inilah yang akan membuat mereka mampu untuk menggapai segala potensi yang ada pada dirinya karena ketika anakanak merasa nyaman, maka mereka akan dapat berprestasi,” paparnya.

Hanny menjelaskan, karena dalam keadaan nyaman dan aman itulah, maka kedua otak kiri dan otak kanan akan mampu bekerja sama dengan baik dan apa yang mereka dapat bisa dipahami dengan mudah, dapat belajar dengan mudah, dan mampu bekerja sama dengan mudah. ”Ternyata kecerdasan intelektual tanpa diimbangi emosional sangat memengaruhi potensi dan masa depan anak-anak di kemudian hari,” tandas Hanny.

Elizabeth Crary dalam bukunya, Dealing with Disappointment, mengatakan bahwa kebiasaan kebanyakan para orangtua adalah selalu ingin memperbaiki keadaan yang menurutnya tidak baik atau fixing tanpa menanyakan kepada anak apa yang sebenarnya diinginkan dan tanpa memahami perasaan anak.

Seperti yang dialami Sarah, yang seharusnya dia bebas menggunakan pakaian model dan warna apa, karena peran orangtua pada saat anak berusia 9 tahun adalah sebagai coach atau pelatih karena anak sudah mampu untuk berpikir beragam pilihan baiknya.

Di sini orangtua hanya memberikan pendapat atau dukungannya jika anak minta atau hanya memberikan pendapat.

”Seharusnya, ibu bisa mengatakan, ‘menurut kamu yang membuat kamu merasa nyaman yang warna dan model mana nak?’ atau ‘menurut mami, apa pun warna dan model yang kamu pakai, kamu terlihat cantik dan segar’,” ungkap Hanny.

Dengan pendekatan ini, Hanny menyebutkan, akan membuat anak yang sedang merasa bingung diberikan panduan dengan pola asuh yang baik dengan melatih anak untuk mampu membuat keputusan yang baik. ”Tahapan mengidentifikasi atau memahami perasaan atau emosi negatif anak dapat membantu anak untuk membuat keputusan dengan memberikan dukungan secara positif dan mengedepankan keinginan dan perasaan anak,” kata ibu dua anak ini.

Hanny menuturkan, apa pun pilihan anak, harus dihargai dengan baik karena semuanya tidak ada yang salah dan benar, dan hanya ada pilihan yaitu pilihan baik dan pilihan yang lebih baik.

(Koran SI/Koran SI/tty)

sumber http://lifestyle.okezone.com/read/2010/01/07/196/291768/196/pola-asuh-tentukan-kecerdasan-emosional

Januari 14, 2010 Posted by | # Bayi dan Balita, Artikel | , | 2 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.